(Global
Warming): Apakah merupakan fenomena alam yang tidak terhindarkan? Atau ada suatu sebab yang signifikan, sehingga menjadi ‘populer’ seperti sekarang ini?
Rabu, 23 Mei 2012
Suku Betawiiii
IstIlah Betawi•Kata Betawi digunakan untuk menyatakan suku asli yang menghuni Jakarta dan bahas Melayu Kreol yang digunakannya, dan juga kebudayaan Melayunya. Kata Betawi berasal dari kata "Batavia," yaitu nama lama Jakarta pada masa Hindia Belanda. 4. Suku Betawi •Berasal dari hasil kawin-mawin antaretnis dan bangsa pada masa lalu. •Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. •Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Jawa, Bali, Bugis, Makassar, Ambon, dan Melayu serta suku-suku pendatang, seperti Arab, India, Tionghoa, dan Eropa. Kesenian betawi : ^ Ondel-ondel ^ Gambang Kromong ^ Lenong Betawi ^ Tanjidor ^ Keroncong Tugu ^ Masih buanyak lage.... Tokoh Betawi : Mastur, Benyamin Sueb, Mat Solar, Fauzi Bowo, dan lainya...
itu cuplikan dari ppt di bawah ini ▼
Suku betawiiii
itu cuplikan dari ppt di bawah ini ▼
Suku betawiiii
Label:
Batavia,
Blogger,
Jakarta,
ppt,
presentasi,
Suku Betawi
Minggu, 25 Desember 2011
Resolusi 2012
Menghitung hari detik demi detik #nyanyi. Nyanyian itu pas
banget ya kita nyanyiin sekarang karena because sebab… sebentar lagi kita
memasuki Tahun Baru 2012, huuuray!!! Hohoho… *cuuuittt….duar…duar
*suarakembangapi*. Aku merasa seneng sekaligus sedih. Senengnya aku bisa buka
lembar baru dan memulai hidup menjadi lebih baik, sedihnya aku bakalan
ninggalin tahun yang banyak banget kenangan dan pengalaman di dalamnya. Tapi
hidup harus terus berjalan, kita harus menatap ke depan agar hidup kita semakin
maju.
Menjelang tahun yang baru tentunya aku punya resolusi. Karna
resolusi itu penting sebagai patokan tujuan kita kedepannya. Denger2 dari
desus-desas kalo taun ini nih bakalan terjadi kiamat. Percaya gak? Percaya gak?
Aku enggak. Pertama kali aku tau kabar itu dari TV pak aku masih SMP tepatnya
taun 2009. Namanya juga anak SMP denger yang begituan langsung takut dan pengen
tau terus aku buka internet daaaan…. Gimana ya mau cerita tapi lupa -__-.
Yaudah deh aku banyakin berdoa sama Allah aja, yang tau umur kita sampe mana
kan Allah bukan manusia. Maka dari itu aku gak percaya, aku jga kunsultasi ama
mamaku terus dia bilang yang tau kiamat itu Cuma Allah semata. Hmmmm… jangan
mentang2 ada isu yang gak jelas itu kita jadi menyerah, gak banget deh kalow
kita menyerah dan gak punya resolusi buat taun depan gara2 isu akan ada kiamat
2012. Kita optimis dan berpikiran positif aja J.
Ummm… hari gini siapa sih yang gak tau intrenet anak umur 8
taun aja udah tau yang namanya internet, padahal waktu aku umur segitu aku
taunya maen boneka, kartu, gitu deh…lhah sekarang anak2 kecil udah maen fb-an,
twitter-an, ngeblog juga. Betapa dahsyatnya pengaruh internet jaman sekarang.
Dulu aku sempet gak percaya kalo anak2 bisa fb-an tp setelah sepupu aku yg
umurnya masi 5 taon nge-add aku di fb ckckckckc… ternyata oh ternyata yang
nge-add aku itu bapaknya =.= tapi kakaknya yang umurnya 2 taon lebih tua juga
nge-add aku tanpa bantuan dari bapaknya ato siapapun. Oh… demi apa?? aku umur
segitu ingusnya masih banyak.
Aku mengenal apa itu internet sejak SD kelas 6 sekitar taon
2006. Aku taunya dari temen2 dan temen2 taunya dari kakaknya *beruntung banget
mereka punya kakak yg mau mengajari adeknya kalo kakakku ya gitu lah*. Situs
pertama yg aku buka sama temen2 (satu komputerbertiga) adalah situs P*IM*ON
agak serem ya dan chatingan gitu nyamar jadi anak SMA padahal sekarang aku udah
SMA gak nyamar jadi anak SD tuh. Ehm… waktu itu aku juga belom tau google.
Maklumlah masih SD #ngeles, dan mulai SMP aku ama temen2 jadi sering ke warnet buat
apa? Ya buat internetan lah. Kalo waktu awal SMP akunya udah agak maju, udah
mengenal yang namanya friendster. Kalo inget zaman eksisnya friendster bikin
ngakak gede, soalnya zaman2 itu lagi tren tulisan 4L4Y yg tulisannya bikin ambeyen
mata. Selain itu berfoto dengan gaya andala itu-itu aja kayak setiap berfoto
bibirnya manyun 5 senti kedepan dan jari di depan mulut, ada juga foto dari
atas kepala da tetep dengan gaya andalan manyun 5 senti. Tapi itu zama doeloe.
Sekarang orang2 udah tobat gitu.
Itu sedikit cuplikan sejarah aku mengenal internet.
Mengenai resolusi di tahun 2012, cekidot lah!
·
Prestasi belajar meningkat
Siapa sih yang nggak mau prestasi
belajarnya bagos, angka dirapor bersahabat. Pastinya kita semukan? Semenjak
adanya layanan internet di rumah tugas2 skolah gak keteteran. Pokoknya di tahun
yang baru aku mau prestasiku meningkat dan lulus UN 2013 dengansukses. AMEN.
·
Rezekinya dilancarkan
Tahun 2012 harus lebih lancar rezekinya. Tahun
2011 berkat adanya internet aku bisa ikutan kuis2 yang hadiahnya lumayan juga.
Semoga aja ditahun yang baru rejekinya lebih dilancarkan lagi dan aku bisa menang berbagai kuis yang
diadain. Jika aku mendapatkan banyak rezeki aku sedikit mengurangi beban orang
tua.
·
Jadi juara di Lomba Blog Resolusi Juara
Jadi juara di suatu kompetisi, waw… aku mau
banget . semoga aja yah impian itu tercapai. Amin.
·
Menguasai teknologi
Zaman sekarang kalau nggak mengikuti
perkembangan teknologi kita akan ketinggalan jauh. Karena semua orang aman
sekarang sangat bergantung pada teknologi. Tapi ingat kita boleh menguasai
teknologi tapi jangan dikuasai teknologi.
Itulah resolusiku di tahun 2012, semoga apa
yang aku harapkan tecapai. Amin Ya Allah.
Jumat, 23 Desember 2011
Ayo...Berekspresi!
Berekspresi? Apakah itu?
Pengertian ekspresi yang aku search di google berbeda-beda. Tapi pengertian ekspresi
versiku adalah ungkapan sesuatu dari dalam diri seseorang yang diperlihatkan melalui
fisik mereka, seperti menangis, berantem, galau, menulis, dll . Dan sebagai
generasi muda kita harus mampu mengekspresikan keinginan kita, tentunya yang
positif. Karena dengan kita berekspresi kita akan lebih dihargai oleh orang” di
sekitar kita. Jangan takut untuk mengekspresikan sesuatu yang ada dalam diri
kita. Karena jika rasa takut lebih besar daripada keinginan kita untuk
berekspresi, kapan kita akan didengarkan oleh orang lain? Kapan kita bisa maju?
Kapan orang lain dapat mengerti perasaan kita? Padahal setiap orang ingi
didengarkan, ingin maju untuk mencari kehidupan yang lebih bak, dan orang pasti
ingin dimengerti. Jadi jangan takut untuk berekspresi, tentunya yang positif.
Berekspresi dapat dilakukan
sebagai berikut:
1. Menulis
Kamu dapat
menuliskan ungkapan perasaan kamu lewat tulisan yang berisi ungkapan hati kamu
dan apa yang kamu rasakan. Seperti nulis di diary, blog, nulis status di
jejaring sosial juga bisa ato kalo perlu nulis buku aja tentang ungkapan
perasaan kamu. Kalo nulis buku, selain kita bisa berekspresi kita juga dapet
uang kan J.
2. Melukis
Sebagian besar
pelukis biasa maupun pelukis yang udah mendunia, mengekspresikan perasaan
mereka diatas kanvas. Kamu juga bisa gitu mengekspresikan perasaan lewat
melukis, gak usah yang muluk-muluk yang simpel aja kayak buat ddodle,
menggambar di buku tulis bagian belakang, kalo kamu pinter melukis mending ikut
lomba aja. Lomba itu juga ajang untuk mengekspresikan diri.
3. Menyanyi
Menyanyi sering
digunakan banyak orang untuk mengekspresikan perasaan mereka. Pada dasarnya
semua orang itu dapat menyanyi tapi gak semua orang bisa nyanyi dengan teknik
yang benar. Menyanyi juga dapat melatih keberanian kita untuk tampil di depan
umum. Jadi, jangan malu menyanyi untuk mengekspresikan perasaan kamu *meski
suara pas-pasan*
4. Menari
Dengan menari
kita bisa mengekspresikan perasaan kita melalui gerakan kelenturan tubuh. Tapi
gerakannya yang indah gak sembarangan gitu kaya gerakan tawuran, itu namanya
bukan menari -__-“
5. Berkomunikasi
Nembak orang yang kamu suka itu salah satu
bentuk ekspresi perasaan cinta kita pada seseorang melalui komunikasi.
Gambaran
diatas merupakan contoh kita untuk berekspresi. Mulai sekarang jangan takut
berekspresi, Jangan takut salah, sebab tak seorangpun
didunia ini yang tak luput dari kesalahan. Orang yang tidak pernah salah,
biasanya tak pernah berbuat apa-apa. Tapi kita harus mengekspresikan
diri kita secara positif dan tidak merugikan orang lain.
Dengan berekspresi kita mendapatkan
banyak manfaat yaitu :
·
Mendapatkan banyak teman,
·
Mengeksplor kreativitas kita,
·
Dihargai orang lain
·
Memperluas pengetahuan
·
Mengurangi beban masalah, dengan curhat.
·
Mengubah dunia menjadi lebin baik
Begitu banyak
kan manfaat berekspresi. Ayo mulai sekarang terutama generasi muda mulai
mengekspresikan dirinya dengan positif. Aku berharap agar generasi muda tidak
mengekspresikan sesuatu yang negatif karena kan merugikan diri sendiri maupun
lingkungan sekitar.
Sekarang era
teknologi canggih. Seperti dikutip diatas kita dapat mengekspresikan diri kita
lewat tulisan, kenapa kita nggak mencobanya? Sekarang lagi tren menulis di
blog. Jika tulisan kita diposting di blog semua orang akan tau maka dari itu
kita memposting tulisan yang bermanfaat bagi orang banyak seperti
tips&trik, cerita yg menghibur, curahan hati kita dan lain2. Aku sendiri
juga masih belajar buat nulis di blog.
Jadi ayo jangan takut berekspresi yang
positif untuk kemjuan bangsa kita!!!
Kamis, 06 Oktober 2011
Aliran-Aliran Seni Rupa
1. Realisme
Realisme di dalam seni rupa berarti usaha menampilkan subjek dalam suatu karya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari-hari tanpa tambahan embel-embel atau interpretasi tertentu. Maknanya bisa pula mengacu kepada usaha dalam seni rupa unruk memperlihatkan kebenaran, bahkan tanpa menyembunyikan hal yang buruk sekalipun
Lukisan dengan aliran ini kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering ditemui di dalam mimpi. Pelukis berusaha untuk mengabaikan bentuk secara keseluruhan kemudian mengolah setiap bagian tertentu dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya. Salah satu tokoh yang populer dalam aliran ini adalah Salvador Dali.
Sabtu, 01 Oktober 2011
Mona Lisa’s dress 'with its own Da Vinci code'
It may surprise the fashion set huddling in tents in the Tuileries watching the Paris shows but one of the city’s more controversial sartorial discoveries is hanging just down the road in the Louvre museum.
Filmmaker Caroline Cocciardi, whose credits include the documentary Mona Lisa Revealed: Secrets of the Painting (2009), claims to have uncovered within the folds of “Mona Lisa”’s dress the answer to a mathematical mystery. After 20 years of research, Cocciardi says she has found evidence that Leonardo da Vinci may have made geometry history by completing one of his long-term obsessions: squaring the circle (creating a square and circle of equal area.) The result lies in a complex embroidered knot found along the neckline of the dress, she says.
Previously Da Vinci was thought to have come closest to completing this long-unsolvable problem in 1504. Jacques Franck, a Da Vinci scholar and consultant to the Louvre, explains: “In the Codex Atlanticus [Da Vinci’s writings 1478-1519] he says that he has completed a treatise on different ways of squaring circles. According to a text from his Madrid II manuscript, Leonardo’s ‘solution’ was reached on November 30 1504.”
Work on the “Mona Lisa” began in 1503 and Da Vinci had the painting in his possession when he died in 1519. Cocciardi became curious about the dress after reading reports that the style was out of fashion in 1503, and not typically used in portraits. She began looking at the knots Da Vinci painted in his portraits and drew in his manuscripts – a relatively unexplored area.
High quality global journalism requires investment. Please share this article with others using the link below, do not cut & paste the article.
She consulted with Renaissance fashion expert Carole Collier Frick, professor of history at Southern Illinois University, the Parisian photographer and engineer Pascal Cotte, and the French Centre for Research and Restoration of the Museums of France.
Cocciardi and Cotte collaborated on the travelling exhibition Da Vinci the Genius, which made headlines in 2007 when Cotte’s high-definition photograph of the “Mona Lisa” revealed that she had eyelashes and eyebrows. He also found a layer of lace over the dress that was no longer visible to the naked eye.
Senin, 26 September 2011
Langganan:
Postingan (Atom)